MAN 2 Padang Lawas Laksanakan Ujian Semesters Menggunakan CBT Exam Browser

Pelaksanaan ujian semester tengah berlangsung di MAN 2 Padang Lawas sejak hari ini (29/11) dan akan berakhir pada Senin pekan depan (06/12). Dan dibuka secara langsung oleh Kepala MAN 2 Padang Lawas, Dra. Jumahana.

Hal ini merujuk kepada kalender pendidikan tahun pelajaran 2021/2022 yang diterbitkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara.

Sejak semester genap tahun pelajaran 2019/2020, MAN 2 Padang Lawas melaksanakan ujian semester berbasis android melalui aplikasi CBT Exambrowser yang diakses melalui ponsel siswa.

Dan untuk ujian semester kali ini merupakan kali keempatnya ujian berbasis android dilaksanakan. Ujian berbasis android ini bukan saja dilaksanakan pada saat ujian semester saja. Untuk UMBN tahun pelajaran 2020/2021 lalu, MAN 2 Padang Lawas juga sudah melaksanakannya.

Agar tidak menemui kendala, simulasi ujian pun dilakukan H-2 sebelum ujian dilaksanakan. Simulasi ini bertujuan sebagai langkah persiapan dan preventif. Agar nantinya tidak terjadi kendala pada saat ujian.

Mara Tinggi Siregar, M.Pd.I, selaku WKM bidang Akademik dan juga ketua panitia ujian semester menyatakan meski ujian berbasis android ini sudah pernah dilaksanakan, tetap harus disimulasikan.

“Memang, ini (red. ujian CBT Exambrowser)  bukan yang pertama kali kita laksanakan. Untuk meminimalisir kesalahan dan kendala ada baiknya kita simulasikan ke anak-anak.” Ujar Mara Tinggi.

“Memantau pelaksanaan ujian hari ini, alhamdulillah zero kendala.” Tambahnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Padang Lawas, Dra. Jumahana dalam arahannya pagi ini menyampaikan kepada seluruh siswa agar melaksanakan ujian secara tertib, kondusif dan jujur.

“Selamat melaksanakan ujian semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, kepada seluruh ananda sekalian. Kerjakan ujian dengan tenang dan jujurlah kepada diri sendiri dan Allah Swt.”

Dalam pelaksanaan ujian semester, protokol kesehatan tetap dikedepankan. Baik pengawas, guru maupun siswa yang mengikuti ujian harus selalu mengenakan masker. Termasuk penyediaan sarana cuci tangan dan pembatasan jarak dengan cara mengatur jumlah peserta. (Humas/MK)